Biar Tak Tertipu Hoax, 9 Hal Ini Perlu Kamu Perhatikan

2
783
views

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini di satu sisi memberi dampak yang baik bagi masyarakat, karena informasi bisa didapatkan dengan sangat mudah dan cepat. Namun di sisi lain, karena mudahnya itu seringkali informasi yang beredar adalah informasi bohong alias hoax.

Terkait hoax ini tak jarang kita ketipu olehnya. Lebih parahnya lagi mungkin kita pernah berantem sama siapa gitu gegara informasi yang belum jelas itu. Dengan kata lain,… hoax dapat merusak sebuah hubungan. Tapi,… bahaya hoax bukan hanya itu saja, ia juga dapat merusak tatanan masyarakat karena membuat masyarakat resah dan mudah curiga. Pasalnya, sebagian besar info hoax bernada mengadu domba dan menyebarkan kebencian.

Tentu kamu tidak ingin terjerat oleh tipu daya hoax dan tanpa sengaja menyebarkannya, bukan? So, kamu perlu mencari tahu apakah informasi yang kamu terima itu beneran atau cuma hoax. Berikut 10 langkah yang bisa kamu lakukan.

#1 Hati-hati dengan isu kekinian, karena di sana banyak hoax bertebaran

Info hoax itu dibuat oleh sekelompok orang untuk tujuan mereka sendiri, oleh karena itu isu-isu yang sedang trending adalah isu yang empuk untuk membuat dan menyebarkan kabar hoax-nya. Terlebih jika isu tersebut berkaitan dengan SARA, ketika kamu menerima info seputar ini, jangan langsung dipercaya dulu, cek dan ricek sampai kamu tahu kebenarannya.

c4e05a12-6393-4fca-8b91-a5d5beb4ca16
kredit: hoaxornot.detik.com

#2 Cek sumber atau darimana informasi itu berasal

Ketika kamu mendapatkan sebuah informasi yang cukup membuat keningmu berkerut, atau yang menyulut emosimu. Stop. Tahan dulu. Jangan main bagikan begitu saja (apalagi kalau kamu membagikan hanya gegara membaca judulnya). Sebuah informasi baru bisa diklaim valid ketika dikelola dan dipublikasikan dengan “sanad” atau riwayat yang jelas.

Kebanyakan media saat ini cuma membuat berita dari cuitan seseorang di media sosial, atau malah mengambil beberapa postingan netizen terhadap satu isu kemudian bikin headline “Netizen menolak bla bla bla,…”. Men, please, gila bener lu berani klaim umum hanya dengan secuil contoh random! Itu sama aja kayak cewek yang lagi marahan sama cowok, kemudian bilang: semua cowok itu sama aja, br*ng*ek semua!

So, pastikan kamu mencari tahu darimana asal beritanya. Kamu tak jelas, udah diamin aja.

#3 Konfirmasi dan verifikasi kebenaran jika kamu mampu

Jika kamu memiliki kemampuan, kamu bisa mengkonfirmasi kebenaran info yang kamu dapatkan itu. Caranya, kamu bisa tanyakan langsung pada orang atau pihak yang ter-mention di redaksi beritanya.

Misalnya ada berita kalau kucing piaran kamu selingkuh sama kucing tetangga padahal dia sudah punya laki (penjantan), jangan langsung marah sama kucingnya, tanyain dulu sama si kucing (itu contoh, hanya contoh). Tapi kalau kamu tidak punya akses ke sana, lakukanlah langkah lainnya.

info-kucing
Bergurau jee

#4 Perhatikan headline informasi tersebut jika ada yang janggal

Cara mengetahui sebuah hoax selanjutnya adalah dengan melihat headline atau judul pemberitaan. Jika judulnya normal, informasi itu kemungkinan benar (meskipun tetap harus dicek). Sebagai contoh, sebuah headline berita aksi mahasiswa yang diamankan oleh aparat kepolisian. Begini:

Seorang Mahasiswa Diamankan Aparat Karena Dianggap Provokator Aksi

Judul yang seperti itu masih dalam etika penulisan judul, dan biasanya media yang beretika dan jelas kredibilitasnya akan menulis seperti itu. Namun kamu harus hati-hati dengan judul yang bombastis karena bisa jadi itu bohong. Misalnya begini:

Biadab, Polisi Pukuli Seorang Peserta Aksi Mahasiswa Hingga Babak Belur

Ketika kamu menemukan hal yang demikian, kamu sudah tahu apa yang dilakukan, bukan?

#5 Cara penyampaian info juga dapat diteliti, hati-hati dengan yang tendensius

Selain memperhatikan judul beritanya, kamu juga perlu lihat isinya sih. Berita yang benar (atau paling tidak benar dari segi etika jurnalistiknya) adalah berita yang ditulis sesuai kaidah. Penulisannya diusahakan objektif dan terlepas dari opini pribadi–apalagi opini yang benar-benar subjektif.

Contoh kecilnya sih ada orang yang membuat review jelek masakan di suatu kafe di mana banyak pelayan perempuan hanya gegara dia ditolak mentah-mentah oleh salah satunya. Kemudian dia bikin kalau kafe itu begini, kafe itu begitu. Jangan percaya! Coba kamu makan di sana untuk membuktikan berita itu–asal jangan terjerumus kasus yang sama.

Sederhananya logika dan perasaan kita dapat mendeteksi kejanggalan dalam sebuah berita kok, kalau kamu merasa tak nyaman membacanya, atau merasa bingung karena nada kalimatnya yang ngotot atau gimana gitu. Jauhi berita-berita yang seperti itu.

kredit: (tertera)
kredit: (tertera)

#6 Perhatikan media yang dipakai dalam menyebar informasi

Langkah ke enam ini, menurut saya adalah yang paling mudah. Pasalnya, info hoax itu disebar pakai media yang bisa dikatakan umum. Misalnya kalau kamu nerima broadcast lewat aplikasi perpesanan (BBM, WA, LINE, dkk), itu belum bisa dipercayai lho. Contoh hoax lewat aplikasi perpesanan ini banyak lho, salah satunya adalah “bahaya makan mie dan coklat bersamaan,… “.

Selain itu, jika info tersebut disebarkan melalui media online. Cek dulu ya medianya apa, kalau media itu udah lama eksis dan jelas pengurusnya siapa, itu bisa dipercaya. Terlebih jika media itu punya badan hukum. Tapi,… kalau medianya hanya blog abal-abal dengan domain yang menurut kamu aneh macam ini nih: blabla.top, blabla.win, blabla.tk, blabla.ga dan ekstensi domain yang tidak familiar bisa jadi itu situs personal yang cuma ngejar trafik dan klik.

Apalagi kalau beritanya disiarkan di blog tanpa domain khusus, misalnya di .blogspot.com, .wordpress.com dan lainnya. Saya pribadi gak rekomendasi untuk baca berita yang ada di situ. (Pssttt,… tapi kalau info dan berita yang dimuat di pelajar.me valid dan gak neko-neko kok)

#7 Cari info pembanding di media lain

Nyatanya kita gak bisa berpatokan pada satu media saja, karena setiap media itu punya afiliasi masing-masing. Zaman sekarang kalau masih ada media yang klaim netral, jangan percaya karena itu bullshit <~ tendensius banget yak!

Tapi faktanya memang begitu kok. Setiap media itu punya ideologi. Belakangan ini ramai perbincangan tentang kasus penghinaan agama, media yang paling pro terhadap pemberian hukuman terhadap pelaku adalah media-media Islam, bukan? Itu wajar banget kalau ideologi mereka yang membuat mereka harus membela Islam apapun yang terjadi.

Tapi sekali lagi, kamu tidak bisa berpatokan pada satu media saja. Cek juga toko sebelah media sebelah, semakin banyak semakin bagus sehingga kamu bisa membandingkan.

#8 Tanya kenalan yang lebih memahami tentang info terkait

Mungkin langkah-langkah di atas memusingkan,… dan juga merepotkan. Yah, gimana lagi. Dalam rangka memerangi hoax yang ada, kita mesti keluar tenaga. Tapi tenang, bagi kamu yang tidak cukup waktu menjadi peneliti berita hoax kamu bisa ambil jalan pintas dengan menanyakan pada orang yang berkompeten di bidangnya.

Jika kamu menerima hoax seputar kesehatan, tanyakanlah pada dokter atau yang berpengetahuan tentang itu. Kalau hoax nya tentang agama, tanya pada pemuka agama. Kalau hoax nya tentang politik, tanya pada siapa ya,… mungkin pada seseorang yang kamu percayai.

dangerinternethoax650-56c89de48023bd850d242e84
kredit: Kompasiana

#9 Jangan bagikan informasi yang belum kamu ketahui secara pasti

Dan hal terakhir yang bisa kamu lakukan adalah menahan diri untuk tidak membagikan informasi yang kamu sendiri belum yakin apakah itu benar atau tidak. Jangan latah ya teman. Jangan ikut-ikutan. Ketimbang sibuk dengan informasi antah berantah, alangkah lebih jika menyelesaikan pekerjaan rumah. Menulis. Membaca buku teks pelajaran. Ataupun hal lainnya yang bermanfaat.

Nah, itulah yang bisa saya bagi kali ini. Seorang pelajar itu, bukan cuma siswa mahasiswa kan juga pelajar, mesti kritis. Gak jadi orang yang cuma disuapin tanpa tau yang masuk mulutnya apa. Sebab, kita adalah harapan bangsa. Generasi yang diharapkan dapat membawa perubahan yang baik pada bangsa dan negara ini, oleh karena itu kita perlu tumbuh menjadi generasi yang cerdas. Kita tidak bisa menutup mata dengan fenomena ini, memerangi hoax adalah salah satu tugas kita, sementara tugas yang lainnya masih banyak lagi.[]

Baca Juga Yuk

10 Rahasia Sukses yang Dapat Menyelamatkanmu dari Penyesalan di Masa Depan Pelajar.me – Ada banyak orang yang bilang bahwa kesuksesan itu mesti dijemput, tidak ditunggu. Bagaimana menurutmu? Lebih jauh lagi, dijemput saat mas...
Berbisnis di sekolah? Kenapa tidak Credit spedaontel.wordpress.comPelajar.me – Sekolah tidak hanya sebagai tempat belajar, di luar itu sekolah bisa juga sebagai tempat mengembangkan pot...
11 Tips Hemat Super Ekstrim Ala Anak Kost yang Akan Selamatkan Dompetmu Hai, sobat pelajar! Sebagai mahasiswa dan anak kos sudah barang pasti kita mesti berjuang untuk berhemat-hemat dengan uang saku yang ada. Pasalnya, ua...
Hati-hati, 6 Kebiasan Kecil Ini Bikin Kamu Gampang Depresi Pelajar.me - Bagi seorang pelajar, terutama mahasiswa, menghadapi stres itu sudah sangat biasa. Seringkali saat stres atau depresi ini melanda kita ke...
  • Mantap tipsnya 😀 sangat membantu, semoga kedepannya peredaran hoax dapat ditekan

    • Semoga ya Mas, sebagai blogger mungkin kita perlu idealis, jangan membagikan info hoax hanya demi uang hehe