Cerita Pecinta Fisika yang Lolos Masuk MIT

Massachusetts Institute of Technology (MIT) dinobatkan sebagai kampus terbaik di dunia berdasarkan pemeringkatan versi QS University Rankings 2016. Artinya, akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap pelajar yang diterima sebagai mahasiswa baru tahun ajaran 2016/2017 ini.

Siapa sangka, ternyata salah satu mahasiswa baru MIT tersebut berasal dari Indonesia. Dia adalah Kevin Limanta, pelajar asal Surabaya yang jago pelajaran fisika.

Kevin, begitu dia akrab disapa, saat ini baru saja lulus dari SMA Intan Permata Hati, Surabaya. Meski begitu, sulung dari dua bersaudara tersebut masih memiliki tugas untuk mewakili Indonesia dalam International Physics Olympiad (IPhO) 2016 di Swiss pada pertengahan Juli mendatang.

“Seperti biasa, awalnya daftar ke MIT untuk penerimaan mahasiswa baru melalui online. Sekarang sudah diterima dari Maret lalu,” ujarnya.

Saat mendaftar, Kevin memilih fisika. Tetapi, MIT sendiri memberi kebebasan kepada mahasiswa baru untuk melihat-lihat semua kemungkinan jurusan selama satu tahun. Menurut dia, beberapa mahasiswa baru kerap berpindah jurusan, misalnya dari fisika ke bisnis.

“Aku suka fisika dari SMP dan kemudian mulai ikut berbagai lomba. Suka sains sejak SD. Awalnya suka matematika juga tetapi karena terlalu sulit akhirnya pilih fisika,” terangnya.

Kevin memang tidak menggunakan jalur beasiswa untuk mendaftar ke MIT. Kendati demikian, cowok kelahiran 6 Juni 1999 itu mengungkapkan, MIT memberi bantuan dana kepada setiap mahasiswa yang diterima. Sebagai anak asal Indonesia, potongan pun hampir mencapai 90 persen dari biaya kuliah.

“Cukup banyak potongannya, aku hampir 90 persen. Tentu awalnya aku juga tidak menyangka karena banyak pelajar dari Indonesia yang berprestasi. Orangtua juga senang sekali karena mereka berharap aku bisa diterima” sebutnya.

Peraih perak pada IPhO 2015 silam itu menjelaskan, 22 Agustus mendatang dia sudah harus ada di Amerika Serikat (AS) untuk menjalani masa orintasi. Di sana, Kevin sendiri akan tinggal di asrama.

“Tinggal di asrama pasti akan banyak teman jadi tidak khawatir,” tuturnya.

Bagi Kevin, kuliah di luar negeri sengaja dilakoni untuk mendapat peluang yang lebih besar, baik dari segi akademis maupun nonakademis. Selain itu ditambah dengan fasilitas pendidikan yang lebih memadai.

“Di sana kesempatan banyak. Sekarang aku masih konsentrasi untuk IPhO 2016 dulu karena kami targetkan meraih emas. Pesaing yang berat banyak. Seperti kontestan Tiongkok itu rajin, begitu juga yang dari Eropa sangat kreatif sehingga jago mengerjakan soal,” pungkas cowok berkaca mata itu.

Sumber: Okezone

Baca Juga Yuk

FORISTEK UNAND Bongkar Rahasia Lulus Beasiswa LPDP di Empat Benua PADANG – Pendidikan tinggi bukan lagi suatu yang wah di mata masyarakat, gelar strata-1 adalah suatu yang sudah lumrah. Hal itu dapat diartikan sebaga...
Peringati Lustrum XII, UNAND Adakan Layanan Pemeriksaan dan Pengobatan Mata Grat... PADANG - Menyambut Lustrum ke-XII Universitas Andalas (UNAND), kampus tertua di luar pulau Jawa ini beritikad untuk mengadakan pemeriksaan dan operasi...
Keren, meski sibuk mahasiswa ITS ini hafal 30 juz Al Quran SURABAYA – Memang sudah dari dulu mahasiswa identik dengan kesibukkan, namun bukan berarti kamu tidak bisa membagi waktu dengan baik. Hal ini dibuktik...
5 Mahasiswa Indonesia Raih Prestasi Gemilang di Belanda LONDON – Kabar baik datang dari lima orang mahasiswa Indonesia yang menorehkan prestasi tertinggi dalam acara debat di forum "The European Internation...