Gema Takbir dalam Barisan Merah FSLDK Sumbar di Pantai Padang

Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang tengah dialamai masyarakat muslim yang berada di Guota Timur. Penyerangan melalui jalur udara dan pembombardiran tak henti-hentinya dilakukan militer Suriah hingga menewaskan atau melukai ribuan masyarakat Ghuota. Rata-rata dari korban dominan wanita dan anak-anak. Selain itu akses makanan, alat kesehatan dan alat-alat pokok lainnya juga sulit untuk didapatkan.

Menyikapi tragedi kemanusiaan tersebut, Forum Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Sumbar menggelar aksi solidaritas di Pantai Padang, Jumat (23/3) kemaren. Selain mengumpulkan dana, tujuan dari aksi ini juga membangkitkan kesadaran masyarakat akan keadaan muslim di Suriah.

Hal ini senada dengan yang disampaikan Muslim selaku Ketua FKI Rabbani Unand dalam orasinya. “Inti dari aksi ini bukan hanya untuk menggalang dana saja, tetapi juga menyiarkan kepada masyarakat akan keadaan saudara-saudara kita yang ada di Guota,” Ujarnya.

Adapun rangkaian kegiatan dalam aksi ini antara lain: Pengumpulan masa di Tugu Iora yang diisi dengan penyampaian orasi-orasi oleh masing-masing ketua LDK Yang hadir, dilanjutkan dengan perjalanan menuju Tugu Merpati Perdamaian yang tidak jauh dari Tugu Iora tersebut.

Gema takbir dari sekitar lima ratus  peserta aksi membakar semangat mereka di sore itu.

Puncak aksi disi dengan orasi dari Azmul Pawzi, Ketua Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda) Sumbar dan, Faizil selaku Presiden Mahasiswa Universitas Andalas.

Adapun isi orasi dari Azmul Pawzi adalah pernyataan sikap yaitu (1) melaknat serangan rezim presiden Basar Assad warga sipil Suriah. (2) menghimbau PBB dan organisasi dunia untuk menghilangkan konflik dan menghentikan korban warga sipil. (3)Mendesik Pemerintah RI sebagai negara muslim terbesar, ikut andil dalam perdamaian di Suriah dan negara-negara konflik lainnya. (4) Menghimbau masyarakat Indonesia dan Sumbar khususnya untuk berdoa dan membantu secara moril dan materil saudara-saudar di Suryah.

“Merah adalah warna darah, karena kondisi saudara kita di sana berdarah, maka itu kita pakai dresscode merah,” Ujar Lona, Koordinator Puskomda Sumbar saat ditanyai tentang filisofi warna merah pada pakaian yang mereka kenakan.

Pengumpulan dana dilakukan dengan cara mendatangi para pengunjung pantai oleh masing-masing perwakilan LDK dengan membawa kotak yang telah disediakan sebelumnya. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Sumbar.

Aksi tersebut mendapat respon positif dari para pengunjung, bahkan ada dari beberapa mereka yang ikut menggemakan takbir dan menadahkan tangan ketika berdoa bersama peserta aksi.

“Aksinya bagus, apalagi tujuannya untuk membantu,” ujar Silvia (40), salah satu pengunjung pantai saat ditanya mengenai pandangannya mengenai aksi tersbut.

“Semoga walaupun fisik kita tidak bisa langsung ke sana, aksi kita hari ini dinilai ibadah oleh Allah dan disampaikan kepada saudara-saudara kita di sana,” Ujar salah seorang peserta aksi saat persiapan pulang. (Loli)

Baca Juga Yuk

12 Prospek Kerja Teknik Industri di Berbagai Bidang Mungkin banyak ya yang nanya-nanya soal prospek kerja teknik industri, terutama bagi calon mahasiswa yang masih bingung memilih jurusan. Kalau teknik ...
Mendikbud jamin tidak ada perploncoan di sekolah Jakarta - Hari pertama sekolah sudah pasti siswa baru bersemangat untuk menghadapi hari-hari pertama mereka. Apalagi bagi mereka yang baru saja masuk ...
Cerita Pecinta Fisika yang Lolos Masuk MIT Massachusetts Institute of Technology (MIT) dinobatkan sebagai kampus terbaik di dunia berdasarkan pemeringkatan versi QS University Rankings 2016. Ar...
Raih Juara Tahun Lalu, Tahun Ini UNAND Kirim Empat Robot Terbang Lagi PADANG - Setelah tahun 2015 lalu berhasil menjuarai kontes robot terbang dengan Unggeh Tabang, tahun ini Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera ...