Inilah 5 Perbedaan Anak Eksakta dengan Sosial yang Sering Bikin Mereka Ribut

Pelajar.me – Secara umum ilmu pengetahuan itu dibagi menjadi 2 kelompok utama, yaitu ilmu alam atau eksakta dan ilmu sosial atau sering disebut non-eksakta. Masing-masing dari mereka memiliki orientasi yang berbeda. Bahkan, dari cara berpikirpun kedua penganutnya memiliki cara pandang yang berbeda. Serta perbedaan lain anak eksakta dengan sosial yang sering bikin mereka ribut.

Kamu boleh menyangkal beberapa hal di bawah ini, tapi kajian ini bukan semata opini lho. Kajian mengenai perbedaan ini disadur dari konsep filsafat ilmu. Apa saja perbedaan yang jadi penyebab “perselisihan” itu, mari simak 5 poin ini.

Tingkat Keterulangan (Repeatability)

Kamu mungkin pernah dengar pernyataan jika dalam ilmu alam 1+1 sama dengan 2, namun pada ilmu sosial 1+1 tidak sama dengan 2, bisa lebih bisa kurang. Hebatnya lagi, jika penjumlahan 1+1 dalam ilmu sosial sekarang bernilai 3, besok belum tentu begitu, hasilnya dapat berubah lagi.

Pertanyaannya, kenapa demikian?

Karena keterulangan dalam ilmu sosial itu rendah. Dalam ilmu alam yang diteliti adalah objek yang sudah begitu dari dulunya, misalnya kamu meneliti amoeba atau kutu kepala, dari dulu sifat mereka begitu aja, gak pernah berubah banyak, jadinya hasil penelitian hampir-hampir mirip. Nah, kalau ilmu sosial kan meneliti manusia, yang namanya manusia seiring zaman pasti berubah dan meskipun warna rambut sama, isi kepala tidak bisa disamakan.

 

Tingkat Keterukuran (Measureability)

Pernah lihat berita banjir di televisi? Bagaimana orang televisi mengemas headline berita tersebut?

Barangkali kita kerap melihat berita banjir yang besarnya sampai selutut atau sepaha. Selutut atau sepaha itu adalah ukuran orang sosial. Sebab kalau orang ilmu alam pasti bilangnya terukur, seperti headline ini “Banjir Kota X pada Pagi Ini Mencapai 30 cm”. Tapi yang seperti jarang sekali kita temukan karena sektor penyiaran, baik di TV maupun radio, adalah wilayah kerjanya teman-teman ilmu sosial.

Asumsi

Dalam ilmu sosial, asumsi lebih diperlukan dibanding ilmu alam, karena parameter yang diteliti dalam ilmu sosial itu bergerak bebas alias dinamis. Tapi kalau dalam ilmu alam, asumsi diperbolehkan, tapi tetap saja harus dibuktikan.

Pertanyaan, menurut kamu, jika sebuah bola bowling dan apel dijatuhkan dari ketinggian yang sama, manakah yang lebih dahulu menyentuh lantai?

Ayo, coba renungi dan jawab pertanyaan ini.

Jika diasumsikan, bola bowling akan jatuh lebih dahulu karena dia berat, bahkan berkali lipat dari berat sebuah apel. Bagi kamu yang beranggapan seperti itu, kamu salah. Sebab fakta ilmiahnya keduanya mencapai lantai pada waktu yang sama.

Gak percaya?

Rahasianya adalah, tidak ada pengaruh massa atau berat dalam menentukan waktu jatuh suatu benda. Jika bola bowling dijatuhkan pada ketinggian yang sama dengan sebuah apel maka mereka akan menyentuh lantai bersamaan.

 

Objektivitas

Anggap saja kita punya beberapa orang peneliti, satu kelompok peneliti ilmu alam, satu kelompok peneliti ilmu sosial. Kelompok ilmu alam diberikan judul penelitian yang sama, kelompok ilmu sosial pun begitu.

Setelah beberapa bulan kita tanyakan hasilnya, maka dapat dipastikan jika:

Kelompok peneliti ilmu alam akan mendapatkan hasil yang hampir sama atau mendekati kesamaan

Kelompok peneliti ilmu sosial akan mendapatkan hasil yang lebih variatif

Jika kamu bertanya mengapa, itu disebabkan ilmu alam memiliki sifat lebih objektif, sementara ilmu sosial bersifat lebih subjektif.

Empati

Pada kenyataannya, ruang kerja lulusan ilmu alam lebih banyak bersentuhan dengan sumber daya alam atau peralatan-peralatan. Mereka terbatas dalam interaksi sosial. Sebagai misal mereka yang bekerja di perminyakan, pertambangan, manufaktur, laboratorium dan lain-lainnya. Itulah dunia mereka.

Lain hal dengan lulusan ilmu sosial yang harus bersentuhan dengan komunitas masyarakat, berinteraksi dengan orang banyak. Oleh karena itu mereka harus bisa menempatkan diri.

Salah satu yang diperlukan dalam penempatan diri di masyarakat adalah empati, oleh karenanya anak ilmu sosial lebih memiliki kewajiban untuk memupuk empati setinggi-tingginya, ketimbang anak ilmu alam yang cukup sebutuhnya saja (kami tidak bilang mereka tidak perlu empati ya).

Yang jelas, jika masih perlu disimpulkan, untuk kasus ini anak sosial lebih peka dari anak ilmu alam.

Nah, itulah tadi beberapa perbedaan #timilmualam dengan #timilmusosial yang kalau tidak disikapi secara benar akan memunculkan percekcokan, perdebatan, perselisihan. Nyatanya kedua kelompok ilmu itu punya ciri masing-masing, marilah hargai perbedaan itu karena dengan begitu akan tercipta kerukunan dan kesejahteraan hidup.

Bagaimana menurutmu?[]

Baca Juga Yuk

Alasan Mengapa Indonesia Disebut Negara Maritim dan Agraris Pelajar.me - Sejarah telah mencatat bahwa Indonesia dari dulunya dikenal sebagai negara maritim dan agraris. Namun, tahukah kamu mengapa Indonesia dis...
Cara Pembuatan Tempe dari Awal Hingga Selesai Cara Pembuatan Tempe - Hai sobat pelajar. Rasanya hampir semua kita sudah pernah melasakan lezat dan bergizinya tempe. Yap, tempe yang bagi sebagian o...
5 Persamaan Ilmu Alam dengan Ilmu Sosial yang Bikin Mereka Akur Pelajar.me - Jika sebelumnya kita sudah membahas mengenai perbedaan antara ilmu alam dengan ilmu sosial, kali ini kita akan membahas persamaannya. H...
Inilah Alasan Mengapa Manusia Perlu Aturan Pelajar.me - Meskipun manusia telah membuat aturan mereka sendiri seperti HAM yang cenderung memberi kebebasan bagi mereka tapi tetap saja manusia but...