Ketemu! Ternyata Inilah Kambing Hitam yang Buat Mahasiswa Telat Wisuda

Pelajar.meWhat the heck with that headline, huh. Mungkin kamu salah seorang yang tertarik masuk ke sini karena dipancing oleh headline “kurang ajar” di atas. Tak masalah, sebab sefrontal-frontal headline itu, kami tidak akan menyesatkan kamu ke pemahaman tak benar—apalagi pada aliran sesat. Tidak. Sebagaimana moto pelajar.me “Selamatkan Pelajar Indonesia”, kami memang benar-benar ingin menyelamatkan Pelajar Indonesia dari masalah-masalah yang perlahan-lahan membunuh mereka.

Dan, salah satu masalah itu adalah,… terlambat wisuda.

Kebanyakan mahasiswa tahun akhir suka mencari alasan untuk menghindari pertanyaan “kapan wisuda” atau “kenapa belum juga wisuda”. Jujur, pertanyaan itu memang menyakitkan, penulis pun pernah mengalaminya. Itulah mengapa sebagian besar mahasiswa tahun akhir (saya yakin bukan kamu) mengkambinghitamkan sesuatu agar lepas dari pertanyaan kejam seperti itu.

Nyatanya, beberapa alasan di bawah ini—sebut saja si kambing hitam—menjadi sebab mengapa banyak mahasiswa yang telat wisuda.

penyebab telat wisuda

 

Perkualiahan yang sulit

Pada nyatanya kehidupan kampus itu memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Fakultas A tidak bisa disamakan dengan fakultas B. Ada dimana kamu cukup masuk kelas rajin-rajin dan buat semua tugas dan voila… keluarlah nilai A semua. Tapi ada juga dimana kamu sudah mati-matian belajar, sampai ngos-ngosan lari saking takut telat masuk kelas (dosennya killer soalnya) tapi pada akhirnya dapat nilai E. Kan asem!

Fakta ini tidak banyak dipahami oleh para orang tua, kerabat, sahabat dan orang-orang lainnya. Oleh karena itu wajar jika kambing hitam yang satu ini sering menjadi jawaban penangkis pertanyaan “kapan wisuda?” tadi.

Solusi untuk masalah yang satu ini adalah memilih dosen-dosen yang objektif dan pengasih dalam memberi nilai. Selain itu kamu juga bisa memahami cara penilaiannya, biasanya setiap dosen punya porsi dan rumus penilaian sendiri, maksimalkan itu.

Dosen yang “killer” semua

Pernahkah kamu menemukan kasus di mana udah berusaha maksimal tapi karena dicurigai nyontek pas ujian (padahal nyatanya gak) seorang mahasiswa langsung diusir dari ruang ujian dan berakhir memprihatinkan dengan nilai yang memaksanya mengulang kuliah yang sama tahun depan? Sori pertanyaannya kepanjangan, tapi toh di kehidupan kampus banyak dosen “killer” yang sikapnya bermacam-macam. Tak masalah “killer” jika objektif, nah ini subjektif. Kita yang mahasiswa biasa ini bisa apa coba?

Bisa! Bisa ngedumel dan,…. ah, sudahlah.

Solusi untuk permasalahan ini adalah menebalkan muka dan telinga. Bersabar mendengar amukan beliau. Bersabar dengan keadaan dan berusaha cari aman alias menghindari masalah. Jika terlanjur bermasalah jangan sukan untuk mendatangi yang bersangkutan dan meminta maaf dengan merendah—rendah hati ya, bukan rendah diri.

via plus.kapanlagi.com

 

Gak bersahabat dengan urusan praktikum

Pada beberapa jurusan, kurikulum memorsikan beberapa SKS untuk praktikum. Praktikum ini lain pula susahnya. Kamu akan berhadapan dengan asisten, mengikuti aturan ini dan itu. Membagi jadwal yang seringkali bentrok dan membuat laporan yang tebalnya hampir setebal buku telepon!
Alhasil banyak mahasiswa yang jadi tidak bersahabat dengan hal satu ini sehingga jadilah ia si kambing hitam yang menyebabkan seorang mahasiswa telat wisuda.
Solusinya cari waktu yang tepat untuk praktikum jika kamu punya pilihan untuk mengatur waktunya, jika waktu sudah ditentukan dari awal hal yang bisa dilakukan hanyalah berusaha memanajemen waktu sebaik mungkin.

Administrasi yang berbelit-belit

Ada cerita di mana kampus membuat aturan akademis yang njelimet sehingganya agak susah mengurus ini dan itu untuk menggapai wisuda. Hal seperti ini sudah tidak bisa tertolong jika sistem itu sendiri tidak diperbaiki.
Jangan sampai kamu terjebak pada jebakan satu ini ya. Jika pada akhirnya kamu terjebak mintalah bantuan pada orang yang tepat, misalnya pada teman-teman di lembaga eksekutif kampus untuk melakukan audiensi atau pada pihak kampus yang kamu kenal dan kamu yakin ia bisa membantumu.

Gak fokus sama tujuan

Ya, kalau skripsi ya skripsi aja, jangan yang lain-lain. Ada yang skripsi tapi tetap bisnisan juga. Parahnya, bisnisnya MLM pula. Kelar deh itu skripsi. Ibarat mencintai seseorang, ia tidak akan ingin diduakan. Mengerjakan skripsi juga seperti itu.
Nah, kalau sampai masanya kamu skripsi, resepnya cuma satu: FOKUS! Agar kamu gak telat wisuda nantinya.

via unycommunity.com

 

Dosbing yang kurang peka

Ternyata yang gak peka itu bukan cuma cowok, tapi dosen pembimbing alias dosbing juga. Nah, kalau kejadiannya dosbing kamu itu cowok, kelar sudah. He, becanda kok.
Faktanya kebanyakan dosbing itu kurang peka sama bimbingannya. Itu banyak faktor penyebabnya juga lho. Pertama, mahasiswa bimbingan beliau bukan cuma kamu. Kedua, beliau punya masalah pribadi juga. Ketiga, kesibukannya banyak. Dan alasan-alasan lainnya. Kamu mungkin merasa kamu tertekan dengan ketidakpekaan dosbing itu, padahal sebenarnya mereka barangkali juga sedang tertekan karena alasan tertentu.
Solusi untuk masalah ini adalah jangan segan menyampaikan perasaan kamu pada dosen. Bukan, bukan perasaan seperti di FTV yang banyak di layar kaca itu. Tapi lebih kepada kekhawatiranmu mengenai studimu dan kendala yang menjadi pikiranmu selama ini. Menjadi terbuka itu lebih baik bukan?

Gak punya uang

Dulu, saat mengerjakan tugas akhir atau skripsi, penulis sendiri mengeluarkan uang jutaan untuk bisa menyelesaikannya. Karena memang skripsinya itu pembuatan alat. Nah, jika kamu terkendala di finansial, carilah dosbing dengan topik yang mudah dan tidak butuh biaya banyak. Seperti skripsi mengenai analisis ini atau analisis itu. Atau bisa juga dengan ikut proyek penelitian dosen.
Selain itu, kamu pun bisa meminta bantuan pinjaman dari orang-orang yang kamu kenal. Pokoknya jangan sampai alasan finansial membuatmu terlambat wisuda.

via tulisandarihatikecilku.blogspot.com

 

Kenapa harus wisuda tepat waktu?

Awalnya kamu dijebak oleh headline tadi untuk masuk ke artikel ini, tapi pada akhirnya kamu baca juga sampai ke sini. Terimakasih yang sebesar-besarnya dari kami. Mungkin pernah terlintas di pikiranmu kenapa mahasisa itu harus cepat wisuda? Masuk kampus itu gak gampang, harus ujian dan mengalahkan banyak orang, pas udah masuk kenapa harus cepat-cepat keluar?

Hmm,…

Di zaman sekarang tuntutan wisuda cepat itu sudah semakin besar, sebab gelar S1 saat ini sudah sangat umum. Dulu memang, sarjana itu sangat wah, wow, emejing, warbiayasah atau apa gitu di mata masyarakat, tapi sekarang gak ada apa-apanya. Toh di luar banyak lulusan S1 yang masih nganggur karena saking banyaknya mereka.

Untuk itu kamu perlu tamat secepatnya agar dapat dengan segera menentukan langkah selanjutnya. Bagi kamu yang ingin melanjutkan kuliah S2 kamu bisa segera menyiapkan diri, cari beasiswa dalam negeri atau luar negeri, itu terserah kamu.

Khusus bagi kamu yang ingin bekerja dan menjadi profesional di bidangnya kamu harus berpacu dengan waktu, sebab tidak semua orang berkesempatan masuk ke perusahaan atau instansi bonafit. Dan tidak semuanya juga dapat dengan mudah meniti jenjang karir di dalamnya.

Nah, itulah bahasan kita mengenai alasan-alasan seorang mahasiswa terlambat wisuda. Bagaimana menurutmu? Suarakan pendapatmu di kolom komentar agar dapat dibaca oleh ratusan bahkan ribuan orang. Mari bicara. Mari diskusi.[]

Baca Juga Yuk

7 Cara Mudah Menghafal yang Bisa Kamu Praktekin di Manapun Cara mudah menghafal - Bagi sebagian orang menghafal adalah kegiatan yang cukup menjemukan, pasalnya kamu harus mengulang-ulang hal yang sama, menjedo...
5 Kiat curi start di semester baru Pelajar.me - Semester baru sudah di depan mata. Mau tidak mau, suka tidak suka, para pelajar mesti masuk sekolah atau kampus di semester ganjil tahun ...
12 Siasat menjawab pertanyaan nyebelin kapan wisuda Pelajar.me - Bagi kebanyakan mahasiswa, terlebih yang tahun akhir, ditanyai kapan wisuda itu nyesek sekali. Serius, gak bohong. Sebab kami juga p...
7 Alasan Masuk Jurusan IPS yang Tepat dan Tidak Beberapa waktu lalu kami sempat membahas alasan masuk jurusan IPA, tentunya jika sudah dibahas tentang IPA, kami merasa perlu untuk mengemukakan alasa...