Kuliah di Jepang Jadi Mungkin dengan Cara Ini

Semasa di kampus, banyak dari teman-teman penulis yang pengen banget kuliah di Jepang. Kalau-kalau S1 mereka sudah selesai, S2-nya pengen di Jepang. Udah sesumbar banget gitu. Emangnya kuliah ke Jepang itu gampang? Etss, dibilang gampang sih gak juga, dibilang susah gak juga. Tergantung dari niat dan usaha kita.

Dan barangkali kamu yang membaca artikel ini juga pengen kuliah di Jepang suatu saat nanti. Well, bersiap-siaplah. Kali ini penulis akan rangkumkan beberapa tips buat wujudkan mimpimu itu. Tapi tips ini disarikan dari berbagai sumber lho ya (pasalnya penulis sendiri kuliahnya dalam negeri, hehe). Namun meskipun begitu, percayalah, artikel ini ditulis dengan sebaik-baiknya agar bermanfaat buat kamu.

Kuliah di Jepang, Coy!

Luruskan niat dulu ya

Coy, kalau memang ente pengen kuliah ke Jepang ya mesti serius, gak bisa setengah-setengah gitu. Harus all out. Caranya ya mulai sungguh dari awal, dari niat. Niat kamu belajar ke negeri orang mesti bener. Jangan karena cuma pengen gaya-gayaan. Apalagi pengen cari pasangan orang Jepang. Serupawannya orang Jepang, orang negeri sendiri lebih baik tahu. *lha?

Intinya niat ini sangat menentukan jalan perkuliahanmu ketika mendapat kesempatan nanti. Niat yang baik dan kuat akan membantumu sukses dan survive di ganasnya tanah rantau, apalagi ini luar negeri!

Intip juga: 10 Derita Anak Rantau yang Nyesek Tapi Tetap Ditahan

Siapkan semua berkas yang dibutuhkan

Ketika ingin mendaftar kuliah di Jepang ataupun di belahan dunia lainnya, kamu mutlak perlu surat-surat sakti. Surat-surat itu dimulai dari data diri (CV), transkrip nilai, ijazah asli dan versi bahasa Inggrisnya, sertifikat bahasa asing dan sebagai macamnya. Pastikan kamu menyiapkan semua ini untuk siap tempur.

Pertanyaannya, apa gunanya berkas-berkas itu?

Dengan berkas-berkas itu kamu bisa apply beasiswa dari dalam negeri atau luar negeri. Kamu bisa gunakan juga sebagai syarat pendaftaran ke universitas yang dituju dan segala macamnya.

Cari profesor yang siap jadi promotor kamu nanti

Kuliah S2 atau S3 itu beda banget sama S1. Kalau S1 kita bisa cari pembimbing di tahun akhir saja, tapi kalau udah pascasarjana, baiknya cari pembimbing/promotor sebelum masuk. Pasalnya ialah yang akan jadi penjamin kamu nanti di kampus. Terlebih jika program yang kamu ambil adalah program yang fokus kepada riset, so pasti butuh kepala proyek risetnya.

Kuliah di Jepang pun demikian, sebelum memutuskan (nekat) berangkat ke sana, carilah terlebih dahulu profesor yang akan jadi promotor kamu. Cari tahu bidang risetnya dan sampaikan padanya kalau kamu tertarik untuk penelitian itu,… ujung-ujungnya minta Letter of Acceptance (LoA) darinya agar punya tiket masuk ke universitas tempat si profesor tersebut. Dan juga, LoA ini sangat membantu dalam mencari beasiswa.

Ikuti prosedur pendaftaran kampus dan/atau beasiswa dengan benar

Nah, anggap saja sekarang kamu sudah menyiapkan semua berkasnya dan kamu juga sudah mengantongi LoA dari sang profesor. Selanjutnya kamu tinggal mendaftar ke universitas tujuan. Pastikan untuk mencari tahu dengan benar informasi pendaftarannya. Biasanya tersedia secara online di situs universitas tersebut. Namun agar lebih yakin kamu perlu cari kenalan mahasiswa Indonesia di sana untuk ditanya-tanyai dan orang yang akan membantumu di lokasi nanti.

Selain dalam pendaftaran ke kampus, pendaftaran beasiswa juga dilakukan dengan benar. Biaya kuliah di luar negeri itu cukup mahal, beasiswa akan sangat membantumu. Ingat, Jepang adalah salah satu negara di Asia yang jadi sasaran pelajar internasional lho.

Intip juga: 10 Negara Terbaik untuk Kuliah di Luar Negeri

Asah kemampuan bahasa Jepangmu dengan benar

Meskipun kelas yang akan kamu ambil nanti adalah kelas internasional yang bahasa pengantarnya bahasa Inggris, akan lebih baik jika kamu belajar bahasa Jepang lebih awal. Yap, ini penting untuk komunikasi dengan teman sekelasmu dan orang-orang di sekitar. Bayangin deh gimana caranya minta tolong jelasin pelajaran sama mahasiswa lokal kalau bahasa Jepangmu kurang banget. Faktanya, bahasa Inggris di Jepang juga tidak terlalu populer karena sulit bagi lidah orang sana melafalkan bahasa asing.

Minta restu sama orangtua dan orang-orang terdekat

Nah, mau apapun keputusanmu, restu orangtua itu amat penting. Doa orangtua juga sangat mujarab. Maka pastikan kamu meminta izin dan doa dari mereka. Agar kamu bisa diterima dan selamat selama kuliah di sana. Selain itu perlu juga untuk membicarakannya dengan orang terdekatmu lainnya. Paman, bibi hingga sahabat. Paling tidak kamu bakal dapat dukungan moril, jika materil tampaknya terlalu sulit.

Nah itulah beberapa cara agar bisa kuliah di Jepang. Intinya, kuliah ke luar negeri itu benar-benar butuh perjuangan dimulai dari mendapatkan peluangnya. Hanya orang-orang terpilih yang mau menguras keringat dan pikiran yang berhak untuk bisa kuliah ke luar negeri. Tapi kami yakin, kamu adalah salah satu orang terpilih itu, asalkan kamu bisa berusaha dengan maksimal dan berdoa dengan sebaiknya. Semoga impianmu dapat terwujud suatu saat nanti.

Baca Juga Yuk

25 Jurusan di USU Terbaik yang Patut Kamu Pilih Hai sobat pelajar, bagi kamu yang pengen kuliah di Univeritas Sumatera Utara, barangkali pernah bertanya-tanya tentang jurusan di USU. Tepatnya, jurus...
10 Jurusan Kuliah IPA Favorit Sepanjang Masa Jurusan kuliah IPA - Bagi kamu yang sudah atau akan lulus dari bangku SMA/sederajat, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi merupakan impian besar...
20 Jurusan Teknik Mesin Terbaik di Indonesia Jurusan Teknik Mesin Terbaik – Siapa sih yang tidak kenal dengan jurusan teknik mesin. Selain karena prospek kerja lulusan teknik mesin itu bagus, jur...
6 Keuntungan Kuliah di Kampus Swasta Keuntungan Kuliah di Kampus Swasta - Entah sejak kapan, tapi kebanyakan orang suka membanding-bandingkan antara perguruan tinggi negeri (PTN) dengan p...